Assalamualaikum

Search

Memuat...

Sudah Baca kah

Jumat, 13 Juni 2014

Film Inspirasi Buat Guru “Teacher Kim Bong Do”

Sebuah film dari korea yang bercerita tentang kehidupan guru dan murid sekolahan. Cerita yang bergenre mellow ini cukup bagus ditonton oleh calon guru, Kenapa ? Ceritanya agak mirip laskar pelangi, akan tetapi laskar pelangi lebih dominan berdasar sudut pandang dari siswa SD. Sedangkan pada film ini memandang dari sudut pandang guru. Para calon-calon guru yang akan menonton film ini akan disuguhkan pada cerita tentang seorang guru yang menolak ditempatkan mengajar pada desa terpencil, segala usaha dilakukannya untuk dikembalikan ke kota dan pada akhirnya dia akan menerima pelajaran hidup yang berharga pada saat proses itu. Kalo menurut perasaan penulis, ini sangat cocok menjadi motivasi bagi calon guru yang ditempatkan ke agak terpencil.
Daripada banyak ngomong, mending langsung aja kita ke TKP alias baca dikit sinopsis ceritanya :
 


Tersebutlah Bong Do Kim seorang guru SD (gak tahu nama pemerannya, soalnya bukan maniak korea) yang agak urakan dan suka mengajar seenaknya. Dia guru yang bertipe “Money Oriented”, dia cuma mengajar baik kepada siswa yang orang tuanya kaya. Akan tetapi, untuk murid biasa saja dia akan bersikap kejam dan suka menghukum. Karena sifatnya ini, dia terkena batunya. Sehingga kepala sekolah / Penilik sekolah memindahkan mengajarnya ke tempat terpencil untuk sementara sekitar 1 tahun, karena sekolah itu dikabarkan akan ditutup. Sehingga nanti dia akan ditarik kembali.
Setibanya disana, dia merasa sangat tersiksa dengan tempat itu karena tidak ada hiburan, transportasi sulit, dan jauh dari keluarga. Karena dia frustasi, dia menuruti saran kekasihnya untuk mempercepat penutupan sekolah sehingga dia cepat dikembalikan ke kota. Dia membujuk 5 muridnya itu untuk pindah sekolah ke kota dengan segala iming-iming kemewahan, maupun menyalurkan bakat muridnya dibidang seni. Apalagi ditambah adanya iming-iming uang dari suatu pihak pengusaha, ternyata setelah sekolahan itu ditutup. Maka pengusaha itu akan mengelola tanah bekas sekolah menjadi suatu tempat Hiburan, parahnya lagi para pengusaha itu malah tidak mempedulikan pada siswa SD itu tersebut dengan bercanda “Anak Desa sudah biasa berjalan 3 km untuk mencapai ke sekolah, anak desa harus kuat”. Saat itu hati sang guru sudah mulai tersentuh peduli dengan perasaan anak muridnya.
Tapi ternyata rencana memindahkan murid itu gagal, karena muridnya menyuka desa tersebut.Sampai pada saat suatu hari, ada anak pindahan dari kota ke desa karena mengikuti orang tuanya. Rupanya anak tersebut sangat bengal sehingga orang tuanya pun saat masuk sekolah memberi uang alias “sogokan” supaya menjaga anaknya di sekolahan, maksudnya dipermudah anaknya disekolah. Tapi karena anak pindahan itu nakal dan mengejek 5 siswa terdahulu, mereka berkelahi dengan anak baru tersebut. Saat anak baru tersebut dihajar, secara tidak sengaja dia menyebutkan bahwa dia harusnya diistimewakan karena orang tuanya sudah memberikan UANG kepada gurunya itu.
Sontak siswa lain terkejut, dan juga ingin memberikan uang kepada guru tersebut (waktu itu anak SD tersebut masih polos, sehingga mengira memberi uang itu sebagai bentuk penghormatan kepada guru). Karena 5 orang tua siswa tersebut tidak mempunyai uang, maka pada malam harinya guru tersebut didatangi untuk memberikan hasil kebunnya, waktu itu si Guru mengira itu pemberian biasa. Padahal dia tidak tahu kalau rahasianya sudah terbongkar.
Besok harinya, si guru melihat ada 2 muridnya yang tidak hadir. Anak pindahan yang sombong itu dan seorang lagi yang sebut saja namanya “E”. Saat guru hendak memulai pelajarannya, tiba-tiba ibu dari anak pindahan itu datang dan marah-marah di kelas karena tidak terima anaknya dipukuli teman sekelasnya. Saat itulah ke 4 murid terdahulu membelanya, saat itu sang guru mulai tersentuh karena tidak menyangka murid yang dibencinya malah membelanya. Sepulang sekolah, si guru menjenguk ke Rumah“E”. Ternyata dari info warga sekitar, si “E” bolos sekolah karena sibuk mencari uang dan ternyata “E” ibunya mengalami gangguan mental sehingga selama ini “E” selalu menghindar/ terlihat sedih bila disinggunng mengenai orang tuanya.
Saat guru itu pulang ke rumah, dia menemukan amplop berisi uang dari E. Pada saat itu, si guru menyadari bahwa dia telah sangat berbuat bersalah kepada 5 anak muridnya. Dia tidak mengira ambisinya terhadap uang bisa menyebabkan menyakiti muridnya. Sejak saat itu dia mulai mengajari muridnya dengan tulus.
Sampai suatu saat ada kiriman surat yang menyatakan bahwa penutupan sekolah dipercepat sampai menjadi akhir semester. Dia pun terkejut ! Bagaimana ending ceritanya. Silahkan tonton sendiri, karena kita harus menghormati karya orang, jangan sembarang tulis full cerita orang.

Kesan-kesan penulis tentang film ini yaitu terbayang jika nanti penulis diangkat menjadi Guru (Amiiiiin !!!) dan ditempatkan di tempat terpencil seperti Loksado atau tempat lainnnya. Janganlah kita egois memikirkan kenyamanan diri sendiri, siapa tahu itu adalah takdir dari Allah yang terbaik. Seperti mungkin yang kalian sering dengar “Sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain” juga mengutip dari teks Laskar Pelangi “Memberilah sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”. mungkin saja itu bisa menjadi ladang amal buat kita (amiin…). Mudah-mudahan itu nanti juga bisa dilakukan oleh penulis, bukan hanya sekedar menjadi tulisan !!!

Note : Film ini tergolong agak jadul, soalnya admin nonton secara gratisan di Salah satu chanel home shopping, #PelitPangkalKaya bro, hee

©PUAD CORPORATION 2014

0 komentar:

Poskan Komentar

Kalo udah baca, ditunggu caci dan maki buat perbaikan tulisan admin kedepannya. :)

Artikel terkait

Related Posts with Thumbnails